Kesenian Daerah Suku Aneuk Jamee Aceh Selatan

Kesenian Daerah Suku Aneuk Jamee Aceh Selatan - Suku Aneuk Jamee terletak di Aceh Selatan Singkil, Aceh Barat Daya dan Simeulue. Suku tersebut tersebar di sepanjang pesisir barat Aceh. Suku tersebut merupakan suku minangkabau yang merantau dan bermigrasi ke aceh dan berakulturasi dengan suku Aceh. 

"Aneuk Jamee"  berasal dari bahasa Aceh yang berarti "anak tamu" atau anak yang berkunjung" juga disebut dengan "pendatang baru". Nama tersebut digunakan untuk menggambarkan orang Minang yang berasal dari lubuk Sikaping, Pariaman, Rao dan Pasaman yang pada abad ke 17 orang Pasaman bermulai migrasi di daerah tersebut. 

Asimilasi dengan Aceh terjadi secara bertahap didaerah tersebut dan diproses tersebut dipermudah dengan kepercayaan Islam secara umum dan akhirnya terbentuk masyarakat baru karena memang meraka merasa bukanlah orang Aceh ataupun orang Minangkabau. 

Dirunut dari sejarahnya sejak abad ke-16 orang minang migrasi ke pesisir barat Aceh. Para saudagar yang mendiami daerah tersebut tidak hanya melakukan perdagangan tetapi juga mendalami ilmu agama di Aceh.  

Syeikh Burhanuddin yang berasal dari Pariaman Sumatera Barat yang berguru kepada Syekh Abdurrauf Singkil dari Singkil, Aceh yang juga murid Syekh Ahmad al-Qusyasyi Madinah dan diberikan wewenang untuk menyebarkan agam Islam didaerah masing - masing. 

:: Budaya Kesenian 

Salah satu budaya kesenian adalah Tari Ranup Lam puan yang diciptakan oleh para seniman Aceh. Tari tersebut adalah karya seni monumental yang berkembang di Aceh.  Ranup Lam Puan dalam bahasa Aceh berarti tempat sirih khas Aceh. 

Setiap gerakan tari Ranup Lam Puan mempunyai arti tersendiri. Tari tersebut menceritakan kebiasaan maysrakat Aceh menyambut tamu. Ragam gerakan tari tersebut misalnya: 
: salam sembah
: memetik sirih
: membersihkan sirih
: menyapukan kapur
: memberi gambir dan pinang
: menyuguhkan sirih

Iringan tari Lampuanmengalami perkembang pada awalnya iringan tari tersebut dengan band tetapi setelah 1972 iringan tari tersebut dengan alat musik tradisional khas Aech seperti Sarune kalee, rampai dan genderang. 

Kostum yang digunakan oleh para penari berupa baju lengan panjang dan celana panjang dan sarong atau kain songket digunakan untuk sabuk dan menggunakan kerudung pada bagian kepala. 

Tari Lampuan hingga kini masih dilestarikan dan dikembangkan dengan berbagai ragam variasi mulai dari segi gerak hingga busana dengan tidak meninggalkan ciri khas tari Lampuan Aceh. 

Semoga bermanfaat. 

Dapatkan lirik lagu dan kumpulan lirik lagu lengkap dari berbagai genre. Dapatkan juga artikel bermanfaat lainya hanya di Tempolagu.com.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel