Media Dan Jenis - Jenis Seni Teater

Media Dan Jenis - Jenis Seni Teater - Seni Teater identik dengan seni pertunjukan yang yang dipertunjuakn didepan orang banyak dengan Media : 

- Percakapan
- gerak dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis. Adapun Faktor penunjang lainay seperti: dekorasi, musik, nyanyian, tarian, dan lain-lain. 

Sedangkan berdasarkan jenisnya seni teater terbagi menjadi beberapa jenis antara lain: 

1. Teater Boneka

Teater boneka telah ada sejak zaman kuno dan digunakan untuk menceritakan legenda ataupun kisah religius. Boneka yang dimainkan dalam pertunjukan berbagai jenis beragam juga cara memainkanya, misaln seperti boneka tangan dan boneka tali. Boneka tangan digunakan di tangan sedangkan untuk boneka tali dengan cara memainkanya dipegang dari bawah. 

Boneka tali digerakan dengan melalui kayu silang yang merupakan tempat tali boneka diikatkan. Sementara dalam pertunjuakn wayang kulit, diciptakan bayangan dengan menggunakan sinar lampu. 


2. Drama Musikal

Dalam teater musikal lebih didominasi oleh unusr musik, gerak dan nyanyian dibanding dialog dari para pemain, sehingga pertunjukan teater adalah gabungan dari seni menyanyi, akting dan menari. Pertunjukan tersebut dikenal dengan pertunjukan kabaret. 

Dalam pertunjukan drama musikal kemampuan aktor tidak hany pada pengayatan karakter dari kalimat yang diucapkan melainkan melalui gerak tari dan lagu karena drama musikal berlatar belakang karya musik. 

Selain kabaret terdaoat juga Opera yang termasuk drama musikal. Dalam pertunjukan opera menggunakan iringan musik orkestra sebagai opera dialognya, sedangkan lagu yang dinyanyikanya disebut dengan seriosa, dan hal tersebut adalah letak perbedaan antara kabaret dan opera. 

Jika lagu dalam teater kabaret menggunakan musik yang bebas kalau dalam pertunjukan Opera menggunakan musik simfoni atau orkestra dan seriosa. Hal yang menarik dalam opera nyanyian digunakan oleh para tokoh utama untuk menceritakan perasaan kepada penonton dan dapat pula berupa paduan suara. 


3. Teater Gerak

Teater gerak dalam pertunjukanya lebih mengutamakn gerak serta ekspresi wajah dan tubuh para pemain. Pertunjukan teater gerak seperti dalam pertunjukan pantomim klasik yaitu dialog yang dibatasi. 

Awal keberadaan teater gerak tidak diketahui secara pasti akan tetapi puncak kejayaan kebebasan seniman teater dalam hal gerak pada masa commedia del’Arte di Italia yang dengan bebas para pemain teater bergerak sesuka hati untuk memancing perhatian para penonton, Sehingga gagasan untuk mementaskan pertunjukan dengan berbasis gerak secara mandiri muncul. 

Pantomim adalah teater gerak yang hingga sekarang masih eksis, sebuah pertunjukan sunyi hanya mimik wajah pemain dan pola tingkah laku untuk mengungkapkan ekspresi hingga makna serta pesan sebuah lakon. 


4. Teater Dramatik

Dalam pertunjukan teater dramatik perubahan karakter secara psikologis sangat diperhatikan juga dibuat sedetil mungkin situasi dan cerita serta latar belakang kejadian. 

Teater dramatik lebih menonjolkan laku aksi pemain serta rangkaian cerita dengan alur plot yang ketat untuk menarik perhatian penonton terhadap situasi cerita minat dan rasa penonton. 

Lakon yang di pentaskan berkaitan antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain sehingga membentuk kesatuan lakon dan tidak ada improvisasi karakter tokoh karena karakter dipentaskan adalah karakter manusia yang sudah jadi. 


5. Teatrikalisasi Puisi

Karya yang dipentaskan dibuat serta didasarkan dari karya sastra puisi, yaitu dengan mencoba untuk mementaskan karya puisi yang biasanya hanya dibacakan saja. Pertunjukan Teatrikal puisi lebih didominsai estetika puisi karena memang didasarkan dari puisi, sehingga gaya pemainya biasanya teatrikal. 

Untuk menegaskan makna puisi yang dimaksudkan tata panggung serta blocking sedemikian rupa. Wilayah kreatif seniman dapat tergugah dengan teatrikal puisi sebab mereka pemain teatrikal mencoba untuk menerjemahkan puisi dalam aksi, tampilan laku serta tata artistik diatas pentas. 

Semoga bermanfaat. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel