Keunikan, Makna Filosofis Dan Keindahan Tari Bondan Payung Surakarta Jawa Tengah

Keunikan, Makna Filosofis Dan Keindahan Tari Bondan Payung Surakarta Jawa Tengah - Tari Bondan Payung adalah tari yang berasal dari Surakarta Jawa Tengah Indonesia. Pertunjukan tari Bondan Payung mempunyai ciri tersendiri dibanding tarian khas Jawa Tengah seperti Tari Gambyong dan sebagainya. Secara visual tari Bonda Payung terkesan jelas apa tema dari tarian tersebut, mulai dari kostum dan properti yang digunakan juga makna filosofinya. 

Kostum tari Bondan Payung menggunakan pakaian adat Jawa berupa "Kemben" (pakaian sebatas dada) tetapi ada juga yang berbusana kebaya sedangkan dibagian bawah adalah jarit dengan motif batik. 

Properti  Dan Makna Filosofis Tari Bondan Payung, yaitu : 

: Boneka berbentuk bayi untuk menggambarkan seorang ibu yang mempunyai anak bayi. 
: Selendang yang menggantung di leher sebagai simbol yang harus selalu siaga mengasuh anak yang juga berfungsi untuk mengasuh anak. 
: Payung yang bermakna filosofis memayungi, mengasuh, merawat dan melindungi serta mendidik anak. 
: Kendi bermakna  filosofi pengorbanan ibu rumah tangga walau berat tetap berdiri diatas kendi yang mudah pecah. "Kendi" ( istilah dalam bahasa jawa) sebuah karya kerajinan yang digunakan sebagai tempat air minum yang terbuat dari bahan tanah liat. 

Keunikan Tari Bondan Payung : 
Keunikan tari bondang payung adalah tantangan tersendiri bagi para penarinya karena mereka harus terus berusaha mampu berdiri seimbang diatas kendi, sehingga dibutuhkan keahlian khusus. Tetapi seiring perkembangan tarian ini tidak lagi dengan berdiri diatas kendi melainkan hanya dibawa saja sebagai pelengkap. Itulah keunikan Tari Bondan Payung. 

Semoga bermanfaat. 

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel